RSS

MATA UANG TUNGGAL EURO

12 Jan

MATA UANG TUNGGAL EURO

Implikasinya Terhadap Keuangan dan Bisnis Internasional

 

Dosen :

Dr. Ir. Arief Daryanto, MEC

 

Disusun Oleh :

Mohamad Taufik NIM : P056100282.E35

Armiastho Adi Saputro NIM : P056100132.E35

SEKOLAH PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011

 

DAFTAR ISI :

 

BAB I. PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

1.2.Identifikasi Masalah

 

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

 

BAB III. SEJARAH MATA UANG TUNGGAL EURO

 

BAB IV. PEMBAHASAN

4.1.            Implikasi Mata Uang Tunggal Euro Terhadap Keuangan dan   Bisnis Internasional

4.1.2. Penetapan Kebijakan Moneter dan Fiskal

4.1.3. Potensi Ekonomi EMU terhadap Uni Eropa

4.1.4. Potensi Ancaman Euro terhadap Dollar

4.1.5. Implikasi Mata Uang Tunggal Euro Terhadap

Perekonomian Indonesia dan Dunia

4.2.Prospek dan Kemungkinan Kegagalan Euro

 

BAB V. KESIMPULAN

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam koridor perekonomian, integrasi regional merupakan upaya untuk menyatukan potensi ekonomi dari berbagai negara dengan tujuan yang sama yaitu mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. Dengan mempersatukan potensi dari beberapa negara dalam satu kawasan maka diharapkan semua negara tersebut memperoleh dampak positif dari integrasi. Integrasi ekonomi regional ini dapat terwujud melalui kerja sama antar negara dan dapat berbentuk kelembagaan, salah satunya adalah Uni Eropa.

Saat ini Uni Eropa merupakan salah satu blok integrasi ekonomi regional yang memiliki kekuatan yang besar baik dalam politik dan perekonomian dunia. Saat ini Eropa menjadi suatu model kawasan yang paling sempurna dalam mengembangkan solidaritas dan kerjasama kawasan yang digalang oleh Uni Eropa. Organisasi antar pemerintah ini memang unik karena bukan sebuah negara, meskipun memiliki Parlemen Eropa, dan tidak akan menghilangkan eksistensi negara-negara yang ada saat ini.

Sejak tahun 2002 Uni Eropa telah melakukan bentuk integrasi yang dapat dikatakan sebagai suatu terobosan dalam perekonomian dunia yaitu pemberlakuan mata uang Euro yang merupakan mata uang tunggal bagi 12 negara anggota Uni Eropa. Saat ini terdapat 17 negaraUni Eropa yang menerapkan mata uang Euro. Integrasi mata uang Euro menjadi lebih istimewa terkait dengan sejarah Eropa yang diwarnai peperangan antar negara dalam kawasan tersebut. Penggunaan Euro merupakan peristiwa bersejarah dalam perekonomian bukan hanya bagi Eropa namun juga dunia.

Pemberlakuan Euro juga mendorong pertumbuhan ekonomi karena biaya transaksi yang lebih rendah sehingga menarik kegiatan investasi dan kegiatan ekonomi laainnya. Penggunaan Euro juga memberikan efisiensi karena hilangnya biaya tambahan yang muncul dari perbedaan nilai tukar mata uang. Dalam konteks perdagangan internasional Euro diharapkan meningkatkan prospek ekonomi Eropa di pasar global, di samping itu Euro diharapkan dapat menjadi standar mata uang internasional dalam investasi global.

 

1.2. Identifikasi Masalah

Para pemimpin negara yang memberlakukan Euro berharap mata uang tersebut akan mendorong kemajuan perekonomian Eropa dengan menghilangkan proses penukaran uang, sehingga biaya untuk melakukan bisnis di kawasan Eropa akan menjadi lebih murah. Mata uang baru itu juga diharapkan akan mendorong persaingan dan menahan kenaikan inflasi, karena konsumen bisa dengan mudah melakukan perbandingan harga barang yang sama atau sejenis di seluruh Eropa.

Mata uang Euro telah memberikan perubahan pada tatanan perekonomian regional Eropa dan juga dunia. Sebagai contoh adalah penggunaan Dollar Amerika Serikat dalam perdagangan global yang tergerus oleh Euro, para pelaku bisnis global dan pemerintahan kini memiliki alternatif lain selain Dollar AS. Euro telah memiliki potensi yang kuat untuk dapat meningkatkan peran serta bersaing dengan mata uang lain, khususnya Dollar AS dalam sistem perekonomian dunia.

Penggunaan mata uang Euro sebagai Single Currency Unit (satuan mata uang tunggal) telah berhasil diterapkan sebagai suatu sistem moneter diantara negara-negara anggota Uni Eropa. Euro sebagai mata uang tunggal dari negara-negara anggota Uni Eropa telah menjadi simbol bagi adanya kepercayaan, penerapan ideologi liberal dan kepentingan bersama.

Permasalahannya adalah Euro merupakan mata uang yang masih muda sehingga belum teruji daya tahannya, sehingga menimbulkan pertanyaan, sejauh manakah Euro akan digunakan oleh negara-negara Eropa? Negara-negara pengguna Euro tentu dapat meninggalkan mata uang tersebut saat ini apabila dipandang tidak lagi memberikan keuntungan. Saat ini Euro tengah diuji oleh krisis yang dipicu salah satu negara anggotanya, Yunani dan melebar ke negara lain seperti Portugal dan Irlandia. Berkenaan dengan hal-hal di atas maka yang menjadi pertanyaan adalah:

  1. 1.      Bagaimanakah implikasi dari penerapan mata uang tunggal Euro terhadap perekonomian global?
  2. 2.      Bagaimanakah masa depan mata uang tunggal Euro?

 

 

 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

 

Tujuan Integrasi Ekonomi

Pakar ilmu Hubungan Internasional, Walter S. Jones, menyatakan bahwa ada tiga tujuan yang mendorong lahirnya integrasi ekonomi dalam suatu kawasan, yaitu:

1. Potensi ekonomi, tujuan dari integrasi ekonomi adalah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi masing-masing negara yang berintegrasi dengan tujuan agar memiliki daya saing yang lebih kuat, seperti halnya dengan pembentukan MEE (Meeting Economic European) pada tahun 1957 untuk dapat bersaing dengan perekonomian Amerika Serikat.

2. Potensi politik, tujuan membentuk integrasi ekonomi tidak dapat dilepaskan dari motivasi politik yang ditujukan untuk memaksimalkan potensi politik.

3. Resolusi konflik yang bertujuan untuk mencari pemecahan atas konflik-konflik yang mereka hadapi bersama. Dengan adanya integrasi akan tumbuh interdependensi antara negara anggota dan dengan sendirinya benih-benih konflik dapat diminimalisir atau setidak-tidaknya bila terjadi konflik antar negara, maka dapat terselesaikan dengan mekanisme organisasi yang ada dalam integrasi tersebut.

Dalam perekonomian internasional terjadi interaksi ekonomi-politik yang mengalami pasang-surut pada profit ekonomi. Hal ini didukung pula dengan situasi politik suatu negara dalam bentuk kebijakan.

BAB III SEJARAH MATA UANG TUNGGAL EURO

 

Uni Eropa adalah sebuah organisasi antar-pemerintahan dan supra-nasional, yang terdiri dari negara-negara Eropa, yang sejak 1 januari 2007 telah memiliki 27 negara anggota. Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah Perjanjian Uni Eropa (yang lebih dikenal dengan Perjanjian Maastricht) pada 1992. Dari pergantian namanya dari “Masyarakat Ekonomi Eropa” ke “Masyarakat Eropa” hingga ke “Uni Eropa” menandakan bahwa organisasi ini telah berubah dari sebuah kesatuan ekonomi menjadi sebuah kesatuan politik. Kecenderungan ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kebijakan dalam UE.

Pembentukan mata uang Euro dan Perjanjian Maastricht terkait dengan adanya suatu kesepakatan dalam pertemuan negara-negara Eropa di Roma pada taun 1957 yang merencanakan terbentuknya pasar bersama dan penyatuan militer. Perencanaan ini diharapkan dapat berfungsi ganda yaitu, meningkatkan perdagangan dan usaha perlindungan terhadap negara-negara Eropa dari kerugian hasil Dollar dalam sistem moneter internasional. Euro adalah mata uang yang dipakai di 17 negara anggota Uni Eropa. Secara giral, mata uang ini mulai dipakai sejak tanggal 1 Januari 1999, tetapi secara fisik baru dipakai pada tanggal 1 Januari 2002.

Euro dari satu negara boleh dipakai di  Negara Eropa yang bergabung dalam mata uang tunggal euro  yang lain.Walaupun uang kertas Euro rupanya sama, tetapi ada juga perbedaan kecil, yaitu nomornya, sehingga bisa diketahui asalnya dari negara yang mana. Di Jerman nomornya mulai dengan X, Irlandia nomornya mulai dengan T, Belanda nomornya mulai dengan P, Yunani nomornya mulai dengan Y, Perancis nomornya mulai dengan U, Austria nomornya mulai dengan N, Finlandia nomornya mulai dengan L, Belgia nomornya mulai dengan Z, Italia nomornya mulai dengan S, Portugal nomornya mulai dengan M. dan  Spanyol nomornya mulai dengan V.

Ada tujuh-belas negara anggota Uni Eropa yang menggunakan Euro sebagai mata uang. Wilayah pengguna mata uang ini disebut sebagai Zona Euro. Sebelas negara pertama mulai menggunakan sejak awal 1999. Yunani menjadi pengguna ke-12 sejak awal 2001. Mulai tanggal 1 Januari 2007 Slovenia turut bergabung. Siprus dan Malta menggunakan sejak 1 Januari 2008. Yang terakhir adalah Slovakia, yang bergabung mulai 1 Januari 2009. Negara-negara pengguna mata uang ini adalah : 1. Jerman 2. Irlandia 3. Belanda 4. Perancis 5. Luxemburg 6. Austria 7. Finlandia 8. Belgia 9. Italia 10. Portugal 11. Spanyol 12. Yunani 13. Slovenia 14. Siprus 15. Malta 16. Slowakia. 17 Estonia. Selain itu beberapa negara kecil juga memakai Euro: 1. Andorra 2. Monako 3. San Marino 4. Vatikan. Beberapa daerah juga diperbolehkan memakai Euro sebagai mata uang: 1. Montenegro 2. Kosovo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III PEMBAHASAN

3.1. Implikasi Mata Uang Tunggal Euro Terhadap Keuangan dan Bisnis Internasional

European Economic and Monetary Union (EMU) dibentuk sebagai alat yang dapat digunakan untuk mewujudkan full economic integration yang bertujuan agar Uni Eropa dapat menciptakan Pasar Tunggal Eropa yang memiliki kapabilitas untuk berperan sebagai suatu blok perdagangan yang handal dalam menghadapi persaingan global. Secara umum kerangka pembangunan EMU mencakup pengembangan institusional dengan membentuk beberapa lembaga seperti EMI (Europe Monetary Institute), ECB (Europe Cental Bank) beserta sistemnya yang disebut ESCB (European System of Central Bank) dengan spesifikasi: ESCB untuk menciptakan stabilitas harga, ECB sebagai pengendali penyatuan moneter Eropa, dan EMI untuk mempesiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan otoritas moneter Uni Eropa.

 

3.1. 1. Penetapan Kebijakan Moneter dan Fiskal

Kekuatan Dollar telah mempengaruhi terjadinya ketidakstabilan terhadap sistem moneter internasional. Dengan besarnya ketergantungan masyarakat internasional dan Eropa terhadap mata uang Amerika Serikat itu, maka kebijakan pemerintah Amerika Serikat di tahun 1976 dalam menetapkan sistem kurs mengambang telah memberikan resiko fluktuasi kepada nilai tukar dari dolar.

Beberapa tahapan yang dilakukan oleh EMU dalam menjaga stabilitas nilai mata uang Euro pada akhirnya ditujukan untuk mendukung keberadaan dan peranan Euro agar menjadi mata uang yang kompetitif dalam perdagangan internasional khususnya di kawasan Eropa. Hal ini tentunya membutuhkan usaha keras untuk menyeimbangkan keberadaannya dengan hegemoni Dollar Amerika Serikat di dunia internasional.Kebijakan moneter dan fiskal adalah pondasi dan peluang bagi Eropa dalam pembentukan mata uang tunggal Euro.

 

3.1. 2. Potensi Ekonomi EMU terhadap Uni Eropa

Ada beberapa bentuk keuntungan ekonomi yang diharapkan akan dapat diperoleh dengan diberlakukannya EMU ialah adanya potensi untuk meningkatan mobilitas modal, peningkatan sumber daya, penghapusan batasan ekonomi di Eropa, meningkatkan ekspor, mengurangi pengangguran, meningkatkan kerjasama regional Uni Eropa dan mendapatkan kestabilan kondisi sosial negara-negara Uni Eropa.

Berbagai keuntungan yang diperoleh dari pembentukan EMU di sektor perdagangan internasional, investasi maupun industri pada dasarnya hanya akan terealisasi pada saat diterapkannya pengelolaan yang amat baik oleh negara-negara anggota Uni Eropa yang juga tergabung dalam EMU. Keuntungan-keuntungan ini tidak hanya akan terlihat dari pemberlakuan suku bunga, akan tetapi juga dari perkembangan GDP yang terjadi tiap tahunnya.

 

3.1.3. Potensi Ancaman Euro terhadap Dollar

Kehadiran Euro sebagai alat transaksi perdagangan cross-border di kawasan Eropa bagi negara-negara Uni Eropa diharapkan akan dapat mengurangi ketergantungan terhadap Dollar Amerika Serikat. Hal ini disebabkan dominasi peredaran Dollar Amerika Serikat tidak hanya di kawasan Eropa namun juga di dunia internasional. Keadaan inilah yang mendasari para pemimpin untuk membentuk mata uang baru secara regional sebagai pesaing bagi Dollar Amerika Serikat dalam pergdagangan internasional.

Aksi ini merupakan suatu sikap positif dan rasional dalam menghadapi dominasi Amerika Serikat dalam pengaturan pasar dunia dan sistem moneter internasional, terutama pertukaran mata uang dan transaksi bisnis. Didasari oleh tingkat kuantitas, terlihat bahwa sektor perdagangan internasional, pertukaran mata uang dan ekspor-impor, keberadaan Euro telah bergerak ke arah terbentuknya dominasi dalam pengaturan pasar dan sistem moneter. Oleh karena itu, mata uang Euro memiliki potensi kuat untuk berperan penting dalam sistem perekonomian global, terutama sebagai penguat sistem perekonomian di negara-negara Uni Eropa untuk dapat mengimbangi kekuatan perekonomian dari Amerika Serikat.

Kemungkinan ancaman dari mata uang Euro terhadap Dollar juga tampak dengan adanya peningkatan cadangan devisa berupa Euro dari berbagai bank sentral yang ada di negara-negara Eropa. Indikasi kepercayaan internasional terhadap Euro ditunjukkan oleh keinginan negara-negara OPEC untuk menggantikan penggunaan Dollar sebagai alat transaksi perdagangan minyak di antara negara-negara tersebut denga Euro.

 

3.1.4. Implikasi Mata Uang Tunggal Euro Terhadap Perekonomian Indonesia dan Dunia

Diberlakukannya mata uang tunggal euro, dalam jangka panjang hal tersebut akan memiliki dampak tersendiri terhadap perekonomian RI serta transaksi perdagangan ke negara-negara Uni Eropa. Dalam jangka panjang, keberadaan euro yang stabil bisa menjadi alternatif cadangan devisa RI yang selama ini selalu bergantung pada dolar AS. Euro yang stabil atau lebih kuat dari dolar dalam jangka panjang justru lebih disukai oleh para pengusaha RI yang banyak melakukan transaksi dengan negara-negara Eropa. Hal tersebut bisa mengakibatkan mereka melepas simpanan dolar yang dimiliki. Karena itu, Bank Indonesia harus mengatur kembali cadangan devisa RI sehingga tidak terlalu berat pada dolar AS. Jika nantinya transaksi perdagangan dengan Uni Eropa dilaksanakan dalam euro, BI harus memiliki cadangan euro yang cukup, terutama untuk transaksi impor. Jika dalam perjalanannya, nilai tukar euro lebih kuat dibanding dolar AS, para eksportir RI ke negara-negara Uni Eropa akan memperoleh pendapatan riel yang lebih tinggi dalam euro, karena selama ini mereka bertransaksi hanya dengan dolar US.

Kesuksesan referendum kedua bagi Traktat Nice pada bulan Oktober tahun 2002 lalu dimana 63 persen anggota Uni Eropa setuju akan perluasan keanggotaan yang nantinya akan menyatukan semua negara Eropa. Dengan disetujuinya traktat itu maka Uni Eropa akan menjadi raksasa ekonomi yang akan semakin diperhitungkan eksistensinya dalam percaturan politik dan perekonomian internasional.

Perkembangan lain yang dapat dilihat untuk menunjukkan adanya peningkatan peran Euro dalam perdagangan internasional adalah: Volum perdagangan internasional dalam hal ini Uni Eropa menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun sejak berlakunya Euro, keberhasilan ECB dalam menetapkan suku bunga pada tahun 2003 dan nilai tukar Euro yang terus menguat atas Dollar.

Dengan demikian optimisme akan peningkatan peran Euro dalam perdagangan internasional juga disebabkan, dalam penggunaannya Euro memiliki potensi yang amat besar. Menurut sebuah jajak pendapat yang dilaukan oleh lembga keuangan Amerika Serikat pada tahun 2000 diketahui bahwa 60 % responden ternyat lebih menyukai Euro daripada Dollar Ameirka Seikat yang hanya memperoleh dukungan dari 20% responden.

Namun, kemungkinan besar keseimbangan peran dan keberadaan diantara Euro dan Dollar dalam perdagangan internasional tidak pernah lepas dari adanya dukungan stabilitas militer serta peningkatan kuantitas perekonomian di negara-negara anggota Uni Eropa. Karena pada kenyataannya, di dunia internasional hegemoni sistem moneter yang sebelumnya dikendalikan Inggris dengan Poundsterlingnya pada abad 19 dapat mengalami peralihan ke Dollar, itu berarti peralihan hegemoni Dollar kepada Euro bukan suatu hal yang mustahil terjadi dalam sistem perekonomian global di masa yang akan datang.

 

3.2. Prospek dan Kemungkinan Kegagalan Euro

Sejak menginjak usia ke delapan sampai kini di usia yang kedelapan belas, Euro terus kehilangan daya belinya. Terhadap emas daya beli Euro sekarang hanya kurang dari 1/3 dibandingkan dengan daya belinya ketika lahir 18 tahun lalu. Ilustrasi grafik dibawah menggambarkan situasi ini. Dibandingkan dengan US$ memang Euro masih relatif baik, tetapi ini karena US$-nya yang berkinerja sangat buruk beberapa tahun terakhir. Kinerja yang sesungguhnya dapat dilihat pada daya belinya terhadap emas yang terus merosot.

 

Kemungkinan kegagalan Euro ini menunjukkan bahwa tidak ada mata uang kertas yang mampu mempertahankan daya belinya dalam jangka menengah apalagi dalam jangka panjang. Bila Euro saja yang dilahirkan di jaman modern dengan dukungan sejumlah besar negara-negara di zona ekonomi paling maju di dunia tidak mampu mempertahankan eksistensinya dalam jangka panjang, lantas apakah kita bisa yakin bahwa mata uang yang kekuatannya hanya mengandalkan ekonomi satu negara yang biasa-biasa saja akan mampu bertahan?

Beberapa tahun terakhir muncul krisis ekonomi di sejumlah negara Eropa seperti Yunani, Portugal, Irlandia dan Spanyol yang diwarnai dengan kelesuan dan defisit anggaran dalam jumlah besar. Seiring dengan itu, nilai tukar mata uang Euro juga melemah di banding mata uang lainnya. Kondisi itu membuat sejumlah negara seperti Jerman yang mendukung pemberian dana bantuan untuk menyelamatkan negara-negara Eropa yang terlilit utang, mengkhawatirkan membengkaknya pendanaan ini. Di sisi lain, program penyelamatan ekonomi yang dilaksanakan dengan cara pengetatan ekonomi telah menimbulkan gejolak dan protes rakyat.

Banyak pakar yang meyakini bahwa krisis ini tidak hanya melanda negara-negara seperti Yunani. Sebab, negara-negara kaya seperti Italia, Perancis dan Jerman juga dililit utang yang semakin membengkak. Tak hanya itu, negara-negara anggota Uni Eropa yang tidak menggunakan mata uang Euro juga terkena imbas dari krisis yang ada.

Badai krisis yang dialami negara-negara Eropa memiliki efek domino terhadap negara-negara Eropa lain. Negara-negara seperti Irlandia, Portugal,Hungaria dan Spanyol terseret dalam badai krisis ekonomi domestik bahkan Irlandia hingga harus mendapat suntikan dana dari otoritas moneter Eropa dan International Moneter Fondation (IMF) sebagai langkah penyelamatan Irlandia kedalam krisis yang lebih jauh. Dengan alasan, bail out dibutuhkan untuk stabilitas financial di Eropa, terutama menjaga nilai mata uang euro.

BAB IV. KESIMPULAN

Dari uraian pembahasan di atas dapat dimbil beberapa kesimpulan mengenai implikasi / dampak  yang ditimbulkan dari penggunaan Euro sebagai mata uang tunggal Eropa (EMU) adalah sebagai berikut :

1. Kebijakan moneter Eropa

Kebijakan moneter ditentukan oleh European Central Bank (ECB). ECB bertanggung jawab menyiapkan dengan tujuan mengendalikan inflasi di negara-negara peserta dan menstabilkan nilai euro terhadap mata uang lain dalam batasan yang wajar.

2. Dunia usaha dan valuasi usaha Eropa

Terjadinya lebih banyak kesepakatan bisnis jangka panjang karena perusahaan-perusahaan dari negara yang berbeda tidak lagi mengkhawatirkan risiko kerugian besar akibat pergerakan mata uang.Para investor lebih mudah  membandingkan nilai pasar dari perusahaan-perusahaan di seluruh Eropa karena satuan mata uang yang sama.

3. Dampak terhadap arus keuangan

Tingkatan suku bunga yang ditawarkan oleh negara-negara euro menjadi relatif sama. Harga saham menjadi lebih dapat diperbandingkan di antara negara-negara Eropa karena denominasi mata uang yang sama.

4. Tingkat risiko nilai tukar

Hilangnya risiko nilai tukar di antara negara-negara Eropa sehingga merangsang peningkatan arus perdagangan dan dana di antara negara-negara Eropa tersebut.

5. Dampak terhadap perekonomian internasional secara keseluruhan dan

peran Euro dalam perdagangan internasional cukup meningkat, dan dalam penggunaannya, Euro memiliki potensi yang amat besar.

6. Penggunaan Mata Uang Tunggal Euro merupakan tantangan sekaligus ujian, apakah penerapan dan penggunaan EMU akan berhasil atau sebaliknya, yang akan menjadi test-case bagi kawasan lain untuk mengikuti jejaknya.

DAFTAR PUSTAKA

Caravelis, George. 2005. European Monetary Union: An Application of the Fundamental Principles of Monetary Theory. Avebury.

Hass, Ernst B. 1958. The Uniting of Europe. Stanford Uni-Press.

http://economy.okezone.com/read/2010/11/18/279/394339/krisis-irlandia-bibit-krisis-baru-global

http://eprints.lib.ui.ac.id/12809/

http://jurutulis.com/menakar-sukses-mata-uang-tunggal-eropa.html

http://konspirasi.com/eropa/akankah-yunani-tinggalkan-zona-euro/

http://konspirasi.com/eropa/mata-uang-tunggal-eropa-tidak-akan-bertahan/

http://kumpulantugasdili.blogspot.com/2009/03/dampak-peluncuran-euro-per-1-januari.html

http://onlinebuku.com/2009/03/16/sistem-moneter-international/

http://www.arthadinar.com/2011/07/kegagalan-euro-kegagalan-uang-kertas_4119.html

http://www.newsindo.com/suratkabar/a/art/

Keohane, Robert O. 1988. “The Theory of Hegemonic Stability and Change in IER. West View.

Suba, Mangun. 2005. Pengaruh Single Currency Unit (EURC) Dalam Menghadapi US Dollar Di Kawasan Uni Eropa (1999-2004). Universitas Paramadina.

WS, John. 1985. The Logic of International Relation. Little Brown & Company, TRT.

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Januari 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: